Seperti Mereka

Sekarang hari minggu, inilah hari dimana gue biasanya mengkoleksi banyak cerita yang udah gue alami selama satu minggu ini.

Kemaren pas hari sabtu, saat gue dapet tugas jaga lab (laboratorium) komputer di kampus gue, gue abis ngerasain fenomena unik disini. Gue ceritain dari awal aja deh.

Hari itu pada shift 4, kira-kira sekitar jam setengah 2 siang, ada anak tingkat 1 yang pada saat itu ikut praktikum. Nah, yang spesialnya tuh pada hari itu waktunya mereka ujian. Wah suasananya menantang banget pada saat itu. Untuk soal ujian, ada temen lab gue yang tugasnya buat soal ujian, FYI ujiannya di depan komputer pastinya.

Singkat cerita, waktu ujian udah hampir habis. Beberapa diantaranya ada yang panik, ada yang santai aja, dan ada pula yang panik tapi pura-pura santai. Macem-macem deh pokoknya. Gak kebayang, gue juga dulu pernah ngalamin hal serupa kayak gitu. Tapi untungnya saat itu (pas ujian) gue tergolong orang yang.. apa ya.. sorry tiba-tiba gue lupa gini..

Ujian yang harus mereka lalui itu ada lulus dan gagal. Ini memang peraturan baru. Kalau nilainya lebih dari standar minimal ya berarti lulus, dan kalau nilainya dibawah standar itu tandanya gagal, dan yang gagal itu harus mengikuti ujian susulan pastinya. 

Setelah mereka sudah selesai mengerjakan, tibalah waktunya gue sama temen-temen gue mengecek ke tiap-tiap komputer. Dan ternyata amazing, nilainya gak ada yang dibawah standar. Itu artinya mereka semua lulus. Keren..

Kemudian pas gue kasih tau ke mereka semua kalo mereka lulus ujian, nah gue mencium perasaan terharu atau apalah dari mereka semua. Ada yang sedikit berlinang air mata, bahkan ada yang sujud syukur. Bentar-bentar kemarin ada gak ya yang sujud syukur, kayaknya enggak deh. Sorry yang sujud syukur gue boong.

Diantara mereka semua, gue denger ada juga salah satu diantara mereka yang nyanyi lagu we are the champion. Gue rasa elo semua pasti udah pada tau lagunya. Yang ini loohhh.


Dari tingkah laku mereka yang diluar perkiraan gue, tiba-tiba perasaan gue tergerak gitu kan. Dan itu sepertinya yang jadi semangat juga buat gue. Mungkin gue atau elo juga suka lupa sama yang namanya "luapan kegembiraan".

Luapan kegembiraan ini dilakukan oleh mereka saat mereka telah melewati masa-masa yang sulit. Dalam kejadian ini, kasus yang dimaksud yaitu ujian yang mereka lalui tadi. Dan mereka memang pantas bergembira pada saat itu.

Darisitu gue terbawa suasana. Gue sejenak turut senang sekaligus bangga kepada mereka semua. Saat itu gue juga langsung optimis, kalau gue juga bisa melewati ujian hidup gue, seperti mereka. 




Comments

Popular posts from this blog

Akhirnya Ganti Senar Juga

Bebas Berpendapat