Tapi Kenapa bukan Hujan Berupa Cinta yang Turun dari Langit?

Sore tadi gue gak nyangka, kalau gue bakalan mandi hujan di jalanan. Padahal gue udah coba mempercepat laju kendaraan gue. Namun, tetep aja takdir gak bisa dirubah semudah itu.

Ohya, biasanya juga, saat hujan itu seringkali terjadi yang namanya kecelakaan. Entah itu salah siapa, yang pasti korban selalu terus berjatuhan. Hmm, kalau begitu ini termasuk juga takdir ya..

Andaikata takdir dapat kita rubah..

Ngomong-ngomong soal merubah takdir, mungkin aja butuh usaha yang keras untuk merubahnya. Sekarang, gue berandai-andai menjadi seorang raksasa (seorang? sebuah? setangkai? ya pokoknya gitu lah). Raksasa yang tinggal di negara kaya tapi pemerintahannya sedikit terganggu, yaitu yang diberi nama Negara Indonesia. 


Setiap mau hujan, saat itulah jiwa ke-raksasa-an gue timbul. Gue mencoba membuang hujan ke tempat lain. Gue tiup puluhan bahkan ratusan awan yang mau mencoba mengguyur negara kita tercinta ini. Jawabannya sih simple, karena hanya gue, sebagai raksasa, yang mampu untuk mengurangi korban kecelakaan yang terjadi disaat hujan. Seketika itu, masalah itu pun teratasi begitu saja berkat gue, raksasa Indonesia.

Masalah lain pun timbul dari pelosok desa, desa yang mengagungkan hujan di atas segala-galanya, karena rata-rata penduduk desa tersebut bermata-pencahariaan sebagai petani. Petani di desa tersebut menjadi galau, bahkan rentan galau. Hujan tak turun-turun sejak lama. Otomatis tanaman padi mereka bisa dibilang menjadi tak layak lagi.

"Salah siapa coba? Ini salah siapa?" tanya petani A.
"Sudah jelas. Ini pasti gara-gara raksasa itu" geram petani B.

Gue (raksasa) pun mendengarnya. Gue menjadi tak enak dengan petani-petani tersebut. Hingga akhirnya selimut bertitel "kegalauan" menyelimuti diri gue. 

"Tuhan mengirimkan hujan berupa air dari langit, tapi kenapa bukan hujan berupa cinta yang turun dari langit? Padalah cinta itu kan sifatnya murni, suci, kekal, dan abadi. Cinta dapat merubah sedih menjadi senang, lawan menjadi kawan, dan duka menjadi suka. Mungkin beragam masalah yang timbul menjadi hilang entah kemana." mimpi gue dan mungkin mimpi para manusia lainnya.

Comments

Popular posts from this blog

Akhirnya Ganti Senar Juga

Bebas Berpendapat